Pecinta ayam

2012 is almost over dan ada 2 film Indonesia yang cukup membuat gedung XXI penuh sesak
sampe orang- orang yang pengen nonton film lain harus cukup ngelus dada
entah dadanya rata atau ngga, tapi antrinya itu lho bikin males~
Habibie ainun sama 5 cm
dua film ini, entah kenapa ga pengen aku tonton di bioskop
entaaahh~
Habibie ainun aku ga minat, bener- bener ga minat walaupun (katanya) nyaris mecahin rekor film Indonesia dengan penonton terbanyak
naaah 5 cm ini yang sedikit banyak menarik perhatian
bukan gara- gara filmnya, tapi gara-gara impactnya setelah film dimana orang-orang kena sindrom "mendadak pendaki" atau "mendadak pecinta alam" atau apalah

Semua orang berlomba- lomba buat naik ke Gunung-gunung buat ngerasain rasanya 5 cm
Gunung Semeru yang disebut-sebut (correct me if i wrong, karena aku ga baca novelnya juga -_-) di filmnya pun juga jadi serbuan pendaki/ pecinta alam karbitan. Yang tujuannya belum tentu untuk mencintai alam tapi biar kelihatan keren aja kaya film lima senti.
Aku belum pernah ngerasain sih naik gunung dan jadi pecinta alam
harusnya ga boleh ya komen gini? whaaatsoever haha

Kemarin ga sengaja baca tweet temen tentang gunung Semeru yang ditutup buat rute pendakian karena Ekosistemnya yang rusak dan banyak sampah gara- gara kebanjiran pendaki
daaaffuuuqq , kenapa tiba- tiba pendaki jadi super banyak? dan rusak ini loh ekosistemnya
Sebenernya ga ada yang salah dengan mendaki dan minat daki (bukan daki kotoran badan) orang yang meningkat, tapi sampe ekosistemnya rusak itu yang salah.
Ada juga makhluk hidup disana yang proses reproduksinya terganggu  gara- gara banyaknya pendaki yang bikin mereka ga nyaman (abis baca kompas kalo ini :p)

Mindsetnya orang-orang yang pada mendaki ini biasanya : mumpung deket, ga ada salahnya kita mendaki dan menikmati alam sepuas-puasnya dong?
tapi ketika manusia menikmati alam, apakah alam juga menikmati manusia?
Hey human, why you so selfish?

Ada satu esensi yang udah dilupain. Menurutku pribadi esensi dari mendaki dan mencintai alam adalah gimana caranya kita bersinergi dengan alam. Meskipun aku lagi- lagi bukan pendaki, tapi kayanya esensi ini bener deh hehe. Bukan cuma kita yang menikmati alam, tapi alam juga menikmati kehadiran kita. Sinergi manusia dan alam itu kaya simbiosis mutualisme. Manusia menikmati alam dengan cara yang benar seperti tidak merusak ekosistem, gak buang sampah sembarangan dsb dan alam menikmati kehidupan dari makhluk hidup disekitarnya. Itu Pecinta alam yang sebenernya

Nah untuk Pecinta alam KW, alias yang cuma dateng biar dibilang keren, biar kaya film lima senti, buat menikmati pemandangan tapi buang sampah sembarangan dan asal asalan, mereka bukan pecinta alam, tapi pecinta ayam

Pecinta ayam. Ayam yang dimaksud disini bukan pitik/chicken, tapi lebih ke kata alam dengan bahasa manja.
Halah kaya waktu kita pacaran, waktu kita manja- manjaan sama pacarnya kan sering nulis tuh "Ceyamat Mayam Cayang" . Nah Ayam itu bahasa manja dari Alam. Krik
Udah ah


2 comments:

Anonymous | December 30, 2012 at 9:21 PM

mas mau tanya
buat "post a comment" dibawah post itu gemana ya caranya
matun nuhun

Dhea Laras | January 4, 2013 at 2:39 PM

kalo pas aku baca berita, yg jdi sampah numpuk, itu pas ada acara salah satu merek alat2 pendakian gt, jadi mereka ada semacam gathering gt apa ya, njuk yg dateng banyak bgt melebihi perjanjian sama penjaganya sana. ironis ya padahal kan kuwi merek sing ono hubungane karo pecinta alam -_-

nek tentang pendaki 5 cm, sakjane dari baca bukunya aku udah curiga, bisa2nya blm pernah mendaki gunung apa2, tanpa persiapan fisik, ujug2 naik gunung semeru -_-

btw, selamat KKN!