Life Updates

It's June! Berarti saatnya untuk melihat resolusi yang dibuat di awal tahun dan memeriksa berapa jumlah rencana yang sudah terlaksana sampai tengah tahun ini. Ternyata belum banyak rencana yang terlaksana. Terlalu banyak bahkan. Yah, tapi kayanya itu bukan masalah yang besar karena walaupun baru sedikit rencana yang terlaksana, paling tidak rencana-rencana tersebut merupakan rencana-rencana yang besar. Major plans of 2014. Salah satu rencana besar 2014 adalah menjalani internship dalam rangka memenuhi kewajiban akademis dari Kampus.

Sekitar tanggal 10 Februari yang lalu, aku tiba-tiba mendapat telepon dari sebuah agensi periklanan multinasional yang menurutku keren yaitu Lowe yang minta aku dateng tanggal 17 untuk menjalani internship hari pertama. Whoa, waktu itu langsung teriak kaget karena excited dan nervous pada saat yang bersamaan. Excited karena akhirnya bisa menjalani internship setelah beberapa bulan menunda dan nervous karena 17 Februari adalah seminggu setelah aku di telepon dan aku belum ada persiapan apa-apa mulai dari kebutuhan, dimana nanti bakalan tinggal selama tiga bulan, tiket kereta api apalagi tanggal 15 februari aku juga harus menghadiri pernikahan kakak sepupu. Boom hectic ke sana sini ngurus apapun yang harus diurus.

Waktu akhirnya meninggalkan Jogja untuk 3 bulan ke depan, perasaannya agak sedih juga sih karena baru pertama kali ini pergi jauh selama 3 bulan all by myself~ (Dulu pernah sih pergi lebih jauh, tapi cuma 3 minggu. Itupun bareng sama banyak temen) apalagi waktu itu Jogja lagi diselimuti abu vulkanik letusan gunung Kelud. Phew. Akhirnya berangkat juga ke Jakarta. Istilah "Jakarta keras" akhirnya benar-benar kerasa ketika kereta menuju stasiun duren sawit, tempat aku dijemput oleh salah satu kerabat, dilempari batu besar sampai kaca kereta pecah. What the hell. Belum ada sehari lho padahal hiks.

Seminggu awal magang itu salah satu minggu terberat di kegiatan internship ini. Kegiatan internship di kantornya sih menyenangkan. Menyenangkan banget bahkan. Karena aku ketemu sama 9 orang lain yang sama-sama mengikuti program internship di Lowe, lingkungan kerja yang menyenangkan, dikelilingi orang-orang kreatif, dsb. Sebenernya kerasa berat karena waktu itu aku masih numpang di tempat kerabat yang lokasinya di Jakarta Timur sedangkan aku internship di daerah blok M, Jakarta Selatan. Nggak punya transportasi pribadi, jadi harus naik angkutan publik. Karena macetnya keterlaluan, perjalanan yang harus ditempuh adalah 3 jam. Oh God Why.. As comparison di Jogja 3 jam itu udah bisa sampai ke pantai Sadranan yang jaraknya lumayan jauh. Pokoknya minggu awal itu stres karena waktu abis di jalan. Dan akhirnya di minggu kedua aku memutuskan untuk cari kos-kosan di sekitaran kantor, jadi kalo mau kekantor tinggal jalan kaki. Dapet. And everything went better than expected ^^ (Btw kayanya aku turun sekitar 6 kg karena tiap hari harus jalan sekitar 1 km PP selama tiga bulan haha).

Banyak dari kegiatan selama internship yang menyenangkan, namun ada juga yang tidak menyenangkan. Mungkin aku nggak bakal cerita banyak tentang kegiatan internship disana, tapi mungkin lebih ke tempat/pengalaman menarik yang aku temukan selama internship. Salah satu temuan menarik ku di sana adalah pasar musik yang ada di Blok M Square, yang lokasinya sangat dekat dengan kantor. Tinggal menyeberang jalan lalu berjalan sekitar 200 meter. Ada apa aja di pasar musik? LOTS OF RECORDS! Mulai dari CD yang bikin aku kegirangan kaya anak kecil yang dapet permen, Kaset sampai vinyl yang bikin aku amazed karena jumlahnya yang sangat banyak dan beragam. Setiap weekend, pasti aku main ke Blok M Square, entah itu untuk beli CD atau kaset (aku ga beli vinyl karena kayanya bakal boros) atau cuma lihat-lihat. Salah satu hiburan yang menyenangkan setelah 5 hari menghadapi banyaknya pekerjaan dan deadline. Harga CD yang dijual disana pun masuk akal. Rata-rata harganya 30-50 ribu untuk rilisan lokal, dan 50-100 ribu untuk CD impor. Banyak juga CD secondhand yang membuat harganya jauh lebih murah lagi. Wah habis-habisan pokoknya disana. Aku sampe dapet 9 CD dan 6 kaset selama tiga bulan hehe gapapa lah, pake uang hasil kerja juga. Nggak cuma jalan-jalan dan beli CD dan kaset, kegiatan menyenangkan disana salah satunya adalah mengobrol dengan para penjualnya. Ada penjual yang pengetahuan musiknya sangat luas dan ngasih referensi macem-macem ke aku sampe aku 'oke nyerah, gatau semua referensi yang dikasih', ada juga yang ramah ngajak ngobrol tentang pengalaman berjualan disana yang berujung dikasih diskon waktu beli kaset, dan banyak yang lainnya. Seru maksimal pokoknya. Kalo penggemar rilisan fisik musik, wajib nyobain main-main ke Pasar Musik Blok M Square.

Tempat seru lagi di daerah Blok M adalah Soto daging deket terminal. Yak tempat makan jadi tempat yang menarik karena sebagai anak kos, makan adalah permasalahan yang cukup pelik. Selain harus cari yang murah supaya bisa menekan biaya hidup, harus cari juga yang bergizi biar ga gampang atit uwuw. Nah salah satu tempat yang memenuhi kriteria itu adalah Soto daging deket terminal. Gatau nama tempatnya atau nama Bapaknya yang jual siapa, yang pasti tempat itu adalah salah satu tempat makan favorit di blok M. Hal pertama yang membuat tempat itu jadi favorit adalah harganya. Soto daging/paru/campur 15 ribu rupiah (termasuk murah), selain itu Bapaknya juga jual nasi rames. Nasi rames pake ayam 10 ribu rupiah. Biasa aja ya? No. Di tempat ini boleh ambil kerupuk sepuasnya gratis. Dapet gratis pisang juga sebagai pencuci mulut. We talked about Jakarta mate, 10 ribu termasuk murah loh.

Alasan kedua, Bapaknya yang jual ini ramah banget dan punya selera humor yang bagus. Pernah nih waktu jam makan siang makan disana bareng temen-temen internship. Tiba-tiba ada pengamen bergitar putih datang. Bapak penjual soto langsung bilang "Wah, suara emas ini!". Kami yang lagi makan mendadak tertarik dan memperhatikan si pengamen dengan seksama. Pengamen itu mulai memainkan gitarnya dengan tempo lumayan cepat. Wah sepertinya pengamen ini bakal nyanyi lagu rock. Kami semakin seksama memperhatikan pengamen itu selama dua menit sampai akhirnya pengamen itu menghentikan "genjrengan" gitarnya, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Nggak nyanyi sama sekali. Kampret. Kami semua ngakak nggak berhenti. Si Bapak soto ini udah tau pengamen bergitar putih itu kalo ngamen ga pernah nyanyi. Kena dikerjain kami semua. Dan alasan ketiga, tempat ini adalah tempat makan banyak orang dengan strata sosial yang berbeda-beda. Sering karyawan kantor di sekitar berbaur dengan pedagang asongan di tempat yang sama untuk makan. Terkadang kami justru mendengar percakapan sederhana dari para pedagang asongan, satpam, pengamen, dsb. Menurutku percakapan mereka lebih menarik untuk didengar daripada orang-orang kaya yang makan ditempat mahal, yang isinya cuma nge-gosip sambil memegang gadgetnya masing-masing.

Akhirnya hari untuk pulang ke Jogja datang juga. Tanggal 19 Mei aku pulang setelah berpamitan dengan banyak teman yang sangat membantu selama aku di Ibukota. Walaupun senang karena akhirnya pulang, ada sedikit perasaan sedih juga karena harus berpisah sama banyak teman baru ataupun lama selama di Jakarta. Tanpa sadar aku dan banyak teman di Jakarta ini menjadi kompak karena merasa sepenanggungan. Banyak dari kami adalah perantauan (Walaupun aku itungannya bukan perantau karena cuma 3 bulan) sehingga kita merasa nasib kami kurang lebih sama jadi harus kompak satu sama lain.

 
*My Internship mates*

*Pemandangan tiap hari di kantor* 


So yeah, I'm finally here, writing my stories :)


1 comments:

dhealrs | October 19, 2014 at 1:51 AM

di foto kamu kok kemayu